Minggu, 04 Juni 2017

Karena Cinta (Tak Harus) Selalu 'I Love You'




Langit masih cukup gelap saat jam weker di atas kepalaku berteriak nyaring. Menghentikan alur cerita di dalam mimpi. Kusibak selimut dan menyambar handuk di atas bangku. Mandi.

Tubuhku masih menggigil diserang udara dingin saat keluar dari kamar mandi. Seragam sekolahku sudah tersusun di atas tempat tidur saat aku selesai menunaikan sholat subuh. Harum aroma pelembut pakaian riang menyapa hidungku.

Sepiring nasi goreng dengan telur dadar dan segelas susu melambai padaku dari meja makan. Seakan memintaku menyegerakan menyantap mereka. Kupejamkan mata tiap kali suapan memasuki ruang mulutku. Ya Tuhan, ini sungguh nikmat sekali!

Lepas siang, jalanan terasa panas dan menyiksa. Keringat mengucur membasahi seragam putihku, debu jalan meninggalkan garis-garis samar berwarna cokelat. Kaos kakiku terasa lengket dan menyebalkan.

Kekesalanku luntur kala melihat nasi yang masih mengepul, kerupuk emping dan ayam balado di atas meja makan. Perutku kenyang saat berhasil melahap sepiring nasi hingga tandas. Lagi, kenikmatan ini singgah kembali dilidahku.

Aih Bu, aku memang orang kaku yang seringkali canggung menerjemahkan rasa. Aku lah orang yang tak pandai merajut kata untuk sebuah luapan akan rasa. Aku lah orang yang sering kali terjebak di antara kebisuan pada deret panjang rencana dengan ribuan kalimat. Ya Bu, aku lah orang itu.

Maafkanlah aku yang hanya bisa membisu saat memelukmu sebagai ucapkan terima kasih untuk tiap kenikmatan piring nasi itu, untuk tiap harumnya seragam sekolah itu, untuk setiap kesatnya kaos kaki itu, untuk setiap lembutnya seprai tempat tidur itu, untuk tiap buku-buku bersampul itu, untuk tiap baju yang tersusun di lemari itu, untuk tiap doa yang kau ajarkan untukku, untuk tiap nasihat yang kau sematkan dihidupku, untuk tiap tawa yang kita urai bersama, untuk tiap maaf yang terentang di sepanjang perjalanan, untuk tiap asa yang terucap di akhir sujud panjang kala malam dan untuk tiap kehadiranmu dalam hidupku. Terima kasih untuk tiap kasih yang tersemai sempurna di hatiku.

Bu, maafkanlah aku yang tidak pernah sanggup berkata:

I Love You...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar