Kamis, 20 April 2017

WRITING IS HEALING (Bag 1)

Ada beberapa poin yang menjadi titik berat tiap kali mentoring, yaitu:

1. EBI, DIKSI
Penggunaan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) dihukumi wajib. Ga ada toleransi. Kenapa? Typo (kesalahan) pada tulisan yang dilakukan secara sengaja dan berulang akan membuat pembaca kelelahan, yang kemudian malah menjauhkannya dari poin-poin yang ingin disampaikan oleh penulis. Hal ini berkaitan pula dengan pemilihan diksi. Peletakan diksi yang tidak sesuai bisa membuat inti tulisan tidak tersampaikan.

2. Ide cerita
Orisinalitas cerita menjadi tuntutan tak terelakan bagi setiap penulis. Sering kali kita mendapati kisah bertema senja, kopi, hujan, dan kafe. Sayangnya, 80% ide penulis datang dari pengalaman diri sehingga tema-tema tersebut hampir tidak bisa dipungkiri. Berita terbaiknya adalah bahwa setiap penulis memiliki gaya penyampaian yang berbeda. Kembali pada poin pertama, pemilihan diksi bisa menjadi sebuah senjata.

3. Logika
Se-fantasi apapun sebuah cerita, logika tetap harus ada. Kenapa? Tentu saja karena ini berkaitan dengan inti yang ingin disampaikan oleh penulis. Ya, misalnya Anda menulis tentang dunia peri, tentu mereka minimal harus bisa terbang, bukan ngesot.

4. Tanda baca
Intinya hanya ada dua: latihan dan lanjutkan!

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar