Sabtu, 21 September 2013

Pornografi

Setiap detik, sedikitnya 30.000 orang melihat website berkonten dewasa.
Setiap menit, pengguna internet mengirim lebih dari 1,7 juta e-mail berkonten dewasa.
Setiap jam, sedikitnya 2 film dewasa dirilis di Amerika.
Setiap hari, lebih dari 2 juta film dewasa di sewa (hanya) di Amerika.
Setiap bulan, 9 dari 10 remaja putra dan 3 dari 10 remaja putri di Amerika menonton film dewasa.
Setiap tahun, industri berkonten dewasa meraup 100 miliar USD.

Selasa, 17 September 2013

Sore, Secangkir Kopi dan Dua Iris Brownies




Aku adalah serpih kenangan yang tertinggal di tepi jalan
Yang berdoa di kala malam, berharap di jemput tuk kembali pulang
Namun sering terlupa setiap kali pagi datang menjelang.

Aku adalah rangkaian kalimat doa yang belum waktunya di kabulkan.
Sapuan kuas dari lukisan mimpi yang belum jadi kenyataan
Aku lah rahasia dari hati yang berdoa dalam diam
Akhir pencarian penuh sabar sebagai tulang rusuk yang hilang dari tubuh seseorang.

Aku adalah secangkir sore penuh kenangan
Puisi di ujung pena yang belum sempat tertuang di secarik kertas
Pelangi dari jalinan sepi penantian, usai riuhnya opera masa remaja
Langit cerah usai hujan yang turun sepanjang malam.



"Maaf, kertas itu.." kataku pada sosok laki-laki yang duduk di meja kafe yang kutinggalkan.

"Milikmu?" tanyanya seraya membalikkan badan.

Deg! Aku terkesiap. Tubuhku terasa membeku. Jantungku berdebar-debar. Tiba-tiba saja deburan ombak di tepi pantai memenuhi seluruh rongga dadaku.

Sore datang seperti biasa. Aku berpikir bahwa menikmati secangkir kopi di kafe akan sangat membahagiakan jiwaku. Apalagi hujan hanya meninggalkan sedikit gerimis dan belaian angin. Lalu, laki-laki ini. Apakah takdir sedang di perintah Tuhan untuk bermain denganku?

"Apa kabar? Lama tak jumpa. Duduklah, temani aku sebentar." katanya, menghentikan senandung kebisuan di antara kami. Aku menelan ludah.

"Masih tentang kopi?" dia tersenyum saat menyorongkan kertas tadi padaku, "Bagaimana kabarmu?"

"Baik. Selalu. Terima kasih sudah menanyakannya." jawabku seraya meraih kertas tadi.

Dia menghela napas. Hatiku seketika terasa menciut. Takut. Lalu rasa kecut, tetiba muncul di dalam mulutku. Aku hampir mati kehabisan udara karena menunggu kata-kata.

"Puisi itu.. apakah kau tidak berniat berbagi sore dengan seseorang?" ujarnya.

Aku menunduk. Entah mengapa mataku terpaku pada jari-jari tangan laki-laki di hadapanku, seolah mencari sesuatu yang seharusnya ada disana selama beberapa waktu. Lalu debar hatiku seakan pecah saat menyadari bahwa yang kucari TIDAK ADA DISANA!

Aku menatapnya. Entah nyali milik siapa yang datang dan dari mana asalnya hingga aku berani menatap langsung kedua matanya yang hitam dan teduh. Binarnya selalu hampir membuatku hilang sadar.

"Aku percaya, bahwa suatu saat takdir akan membawaku bertemu seseorang yang mau berbagi sore dan secangkir kopi denganku." kataku.

Laki-laki di hadapanku tersenyum. Pandangannya lembut namun menyelipkan perasaan aneh yang menggelitik jantungku. Aku tak tahu mengapa. Ah, aku tak tahan lagi.

"Aku harus pergi.. Maaf.." aku berdiri, bersiap meninggalkannya. Mataku tiba-tiba terasa panas saat aku membalikkan badan. Sesuatu seperti menyayat hatiku di setiap aku mengayunkan langkah, rasanya perih.

"Aku hanya punya sisa dua iris brownies.." ku hentikan langkahku saat mendengar suaranya.

Ku balikan badan dan menatapnya lagi. Dia disana. Berdiri sambil menatapku. Aku terlalu kaget dan bingung untuk dapat menjawab ucapannya.

".. Jika kau masih bersedia tinggal dan berbagi sore dan secangkir kopi. Denganku."

Glek. Tiba-tiba saja kakiku terasa lemas saat mendengar kata-katanya. Mataku perih. Seketika saja bulir air mataku telah mengalir bak anak sungai. Aku tak percaya mendengar kalimat itu darinya.

Di luar, gerimis kembali turun. Meningkahi rasa canggung ku akan tatapan matanya dan kata-kata yang kudengar barusan. Senja turun perlahan saat aku tersenyum padanya di sela-sela tangisku. Pada akhirnya dia akan tahu, bahwa cangkir ku selalu penuh akan kenangan dan doa-doa tentangnya.

Tuhan, dia sudah datang...


Download File Ini Aku 


Senin, 16 September 2013

Aku Mencintai Malam



Mengapa aku menyukai malam? Selalu saja tentang sebuah perjalanan. Dimana disana tertinggal sebuah kenangan. Tentangmu. Tentang kita.

Aku mencintai malam. Seperti titik hujan yang merindu kembali menjadi awan. Atau angin yang berhembus dan timbulkan gemerisik dedauan. Seperti banyaknya bayang yang tertinggal di pinggir-pinggir jalan.

Selalu saja ku cintai malam. Dimana semua mimpi dan harapan menguat disaat aku sendirian. Lalu doa ku selalu tertahan lebih lama setiap kali kusebut nama mu. Berkali-kali. Dalam diam di akhir detik sebelum mataku terpejam. Dan malam kembali merayap perlahan tanpa pernah bisa tertahan.

Aku mencintai malam. Karena Tuhan akan selalu ada walau saat aku sendirian.

Jumat, 13 September 2013

Jadi Terkenal di Indonesia: Ini Caranya

Apa sih yang gak jadi heboh di Indonesia? Teknologi mudah di beli, gaya hidup sosial yang bergeser dari dunia nyata ke dunia maya dan rasa keingintahuan yang tinggi membuat sesuatu hal cepat menyebar.

Media sosial memegang peranan penting dalam menyebarkan suatu berita, baik bohong maupun benar. Kita tentu masih ingat hoax tentang Mak Nori yang meninggal atau cepatnya berita tentang Uje yang meninggal pukul (kurang lebih) dua dini hari, yang keduanya sama-sama berawal di twitter.

Beberapa hari belakangan ini media sosial Indonesia sedang heboh membicarakan dua hal: asal usul Vicky Prasetyo a.k.a Hendriyanto dan kecelakaan yang melibatkan Dul a.k.a Abdul Qadir Jaelani, putra bungsu musisi Ahmad Dani.

Awal bulan September, acara gosip di Indonesia di dominasi oleh acara pertunangan Zaskia Gotik dengan seorang (yang mengaku) pengusaha muda bernama Vicky Prasetyo di hotel berbintang bak cerita dongeng. Yang menggemparkan adalah bahwa ternyata Vicky Prasetyo alias Hendriyanto merupakan mantan calon Lurah Desa Karang Asih telah menjadi buronan polisi sejak tahun 2012 karena kasus sengketa tanah. Dimulai dengan munculnya pengakuan beberapa biduan dangdut yang pernah ditipu oleh VickPras, kebenaran-kebenaran lain pun muncul.

Dan diantara ruwetnya masalah VickPras, beberapa kosakata yang di lontarkan saat VickPras melakukan konfrensi pers setelah acara pertunangannya ternyata tidak memiliki arti. Hal ini di ungkapkan oleh ahli Sastra dan Bahasa Universitas Indonesia. Namun, namanya juga orang Indonesia, kata-kata yang tidak memiliki arti tersebut malah jadi TTI di media sosial.



Jujur aja, saat mendengarnya saya mengira saya lah yang bodoh karena tidak mengerti ucapannya. Namun ternyata kami yang mendengar pernyataan VickPras hanyalah korban dari gaya berbicara VickPras. Mengaku salah? Coba perhatikan (foto) pernyataan adik VickPras di bawah ini:




Sehari setelah acara pertunangan yang konon menghabiskan dana tiga ratus juta lebih, Zaskia Gotik memutuskan pertunangan mereka. Satu langkah yang dianggap paling benar oleh beberapa pihak. Dan sekarang kita sudah bisa melihat Zaskia move on dengan tampil di beberapa acara musik di televisi.

Sedang berita tentang kecelakaan yang menimpa putra bungsu musisi Ahmad Dani, sampai saat ini masih terus bergulir. Kecelakaan di Tol Jagorawi km 8+200 yang menewaskan 6 orang dan melukai 11 orang lainnya di duga akibat dari tren adu pamer speedometer di Instagram dan Path. Polisi juga belum bisa meminta keterangan dari Dul akibat kondinya yang masih dalam perawatan akibat kecelakaan tersebut. Haiiiihhh...ada-ada aja tren anak-anak jaman sekarang.

Selasa, 03 September 2013

Jalan-Jalan

Apa sih yang terlintas dalam benak kawana dan kawani saat mendengar kata: "SENIN"? Beberapa orang mungkin ada yang bergidik ngeri. Lalu beberapa yang lain?

Pagi ini saya bangun dengan perasaan bahagia yang sempurna. Kenapa? Saya sedang berusaha menggeser paradigma Monster Day yang selama ini meracuni semangat awal pagi saya.

Tepat pukul sepuluh pagi waktu Indonesia bagian Depok, saya keluar rumah. Niatnya asli ngebolang. Wisata kuliner lah istilahnya. Jadi setelah sarapan pagi ala orang iseng, saya pamit pada pintu rumah seraya berucap bismillah.



Awalnya saya mau mampir ke Kopi Kimung. Tak disangka, kedai yang hampir setiap hari saya lewati sama sekali gak keliatan dalam pandangan. Aneh. Jadi saya pun putar haluan. Tak ada Kopi Kimung, Kopi Bar pun jadi!

Kedatangan saya di sambut oleh dua lengkung senyum dan wajah ramah barista dan pemilik kafe. Beruntung bagi saya yang sempat berbincang sebentar dengan sang pemilik kafe, seorang wanita cantik di usia pertengahan tiga puluh. Kopi Bar baru buka sekitar dua bulan dan lebih mengedepankan cita rasa kopi nusantara dengan penyajian ala internasional. Penasaran dengan rasa kopi dan penyajian ala Vietnam, saya pun memesan Ice Vietnam KopiBar. Sayang, mereka belum menyiapkan menu pendamping. Tapi saya berkesempatan mencicipi muffin lemon. Gratis!!



Ice Vietnam KopiBar menyajikan kopi Sumatra dengan Vietnam drip. Jadi pemesan harus menunggu sampai tetesan kopi berhenti dari sebuah wadah press sebelum dapat menikmati kopinya. Aduk tetesan kopi dan susu kental manis yang telah menunggu di dasar gelas, Ice Vietnam Kopi Bar siap disajikan. Sambil membaca Surat Wasiat karya John Grisham, saya menghabiskan waktu satu jam tanpa terasa. Walau ada fasilitas wi-fi, saya tak sempat mencobanya. Karena saya harus meluncur ke tempat kedua. Ini Teh Kopi!

Saya memilih angkutan bus Depok-Lebak Bulus lalu nyambung Busway ke Pos Pengumben untuk mencapai Kedai Ini Teh Kopi, kedai milik Yasa Pratama Singgih, salah satu dari 10 pengusaha muda sukses versi YukBisnis.com.

Di kedai, saya dan teman adalah 2-2nya pengunjung yang datang. Gak membuang waktu lama, kami pun memesan menu andalan di kedai Ini Teh Kopi, Ini Kopi Duren (panas dan dingin), Gensot Koplit dan Mie Kangkung.



Kopi Duren menyajikan kopi robusta dengan campuran daging duren. Sedang Gensot adalah singkong kukus dengan taburan kelapa muda parut, keju parut, misis cokelat dan gula pasir. Lalu Mie Kangkung sendiri terdiri atas mie kari dengan campuran kangkung, wortel potong, daging sapi cincang dan telur ayam. Ngobrol ngalor ngidul, gak terasa kami pun memesan makanan lagi. Kentang goreng dan Avocado Milkshake. Rakus apa laper? Hahaha. Hari sudah semakin sore, akhirnya kami memutuskan pulang.

Dalam perjalanan pulang, mata kami terpaku pada sebuah warung duren. Wow! Tetiba langkah kami pun berbelok ke warung itu. Udah kenyang sih, tapi demi duren, kalo gak sanggup? Ya, shangupin! *terThe_Comment.



Udah cukup kayaknya petualangan saya dengan tema kafein. Setelah cuci tangan dan membayar duren, kami pun pulang.