Rabu, 29 Mei 2013

Donor Darah

Yo!

Buat semua warga Negara Indonesia yang gak punya acara pada hari Minggu, 16 Juni 2013, yuk ikutan acara Donor Darah yang diadakan oleh Yayasan Kasih Mulia Sejati. Bertempat di Jl. Jembatan 3, Komplek Ruko Tama Indah 36 D/L, Jakarta Utara. Acara dimulai dari pukul 09.00-12.00.

Setetes darah kamu bisa menyelamatkan banyak orang.

Kamis, 23 Mei 2013

Luka Batin

Mungkin saya memang bukan orang yang tepat untuk membicarakan tema di atas. Namun, anggap saja ini adalah sebuah kisah untuk sekedar berbagi pengalaman.

Seringkali kita merasa bahwa kita adalah manusia paling nelangsa, paling menderita seperti Indah di sinetron Tersanjung 1-6. Merasa sendiri dan tak ada satu orang pun yang dapat mengerti diri. Tapi, benarkah demikian adanya? Atau kita saja yang berlebihan?

Setiap orang pasti pernah merasa kecewa. Dan luka batin adalah kecewa yang terpendam. Banyak di antara kita merasa luka batin tidak akan dapat disembuhkan, nyatanya beberapa orang dapat melanjutkan hidupnya dan tetap bahagia.

Yang paling berat dari proses penyembuhan luka batin adalah sesi memaafkan diri sendiri. Kenapa? Disini lah proses penerimaan sepenuhnya terhadap diri yang tak sempurna. Merelakan rasa sakit yang pernah kita rasakan untuk pergi.

Jika kita pahami, kesakitan di masa lalu tidak akan pernah sepahit dan seperih yang kita bayangkan kecuali kita tetap memelihara kesakitan itu di dalam hati. Dan semakin kita menahannya, kita pasti akan semakin terluka.

Berdamailah dengan hati, maafkan dan terima lah ketidak sempurnaan pada diri. Syukuri masa lalu mu. Tuhan tidak akan mempertemukan mu dengan masalah kecuali Dia tau bahwa kau akan tetap tegar berdiri menghadapi dunia separah apapun kesakitan yang pernah kau alami.

Semangat!

Selasa, 21 Mei 2013

Iklan: Semprong Wijen



Cobain enaknya semprong @jajananndeso ! Rasanya yang gurih dengan taburan wijen bikin tangan gak bisa berhenti. Ambil lagi. Lagi. Dan lagi!

Pemesanan bisa melalui komentar di blog ini atau no telp 081808446061 dengan Ibu Hendri.

Harga: Rp 30.000/ stoples

NB: Dibuat TANPA pewarna buatan dan bahan pengawet. Rasakan yang beda untuk sehatnya Indonesia!

Bang... Selamat Ulang Tahun

Aku terbangun karena udara dingin yang menyengat-nyengak. Betisku membeku. Perlahan kusibak kan selimut dan turun dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi. Seruan Tuhan memanggilku untuk menghadap-Nya. Tuhan aku datang.

Di atas sajadah, dalam doa-doa panjang selepas shalat, aku mengadu pada-Nya. Air mataku mengalir begitu deras, membuat noda basah di mukena ku. Aku terisak-isak dalam permohonan dan doaku.

Langit biru cerah dan semilir angin sejuk memeluk seluruh makhluk bumi. Kicauan burung di ranting-ranting pohon, suara ayam yang mengais tanah mencari rezeki yang di janjikan Tuhannya, melodi alam terindah di telingaku.

Aku berdiri di halaman rumahku, menyambut pagi sebagaimana ku lakukan setiap hari. Seorang pria muda keluar dari pintu dan mendekatiku. Badannya tinggi dan tegap dengan langkah-langkah panjang yang anggun. Sebuah kecupan lembut nan hangat di daratkan di keningku. Aku tersenyum padanya. Ku belai pipinya yang sedikit kasar karena bulu yang tumbuh.

"Jangan terlambat..." kataku padanya.

"Aku pasti datang." dia mencium keningku lagi, melambai lalu pergi bersama laju kendaraan yang dia kemudikan. Dia pasti datang, kataku dalam hati.

Senin, 20 Mei 2013

Aku Akan Tetap di Sisinya...

"Jangan menerimanya!" suara Salsa meninggi beberapa oktaf.

"Tapi Sa..."

"Dengar aku, Dis. Dia tidak mencintaimu. Dia hanya memanfaatkanmu. Kumohon sadarlah." suanya melembut.

Aku diam. Mencoba memahami kalimatnya. Kuhela napas panjang dengan lemah. Dia tidak mengerti aku.

"Dia jelas-jelas telah menolakmu dan memilih perempuan lain. Seharusnya kau curiga, mengapa saat waktu pernikahan mereka telah begitu dekat, dia justru datang dan memintamu hidup bersamanya? Pasti ada yang tidak beres, Dis." jelas Salsa panjang lebar.

Aku menghela napas lagi. Satu-satunya yang tidak beres disini adalah otak ku. Aku butuh seseorang untuk mendukungku. Mengerti aku. Bukan seseorang yang menyadarkan ku dari ketiadaan logika dalam cara berpikirku.

"Dia.."

"Dia tidak mungkin tiba-tiba sadar dan merasa telah salah mencintai seseorang. Kau berhak mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintaimu. Benar-benar ada untukmu." Salsa memotong ucapanku.

"Aku rela menjadi bodoh hanya untuk tetap bisa bersamanya. Tak peduli sesakit apa hatiku nanti. Aku hanya seorang perempuan yang terjerat cinta dan akan mempertaruhkan segalanya hanya untuk merasa bahagia. Aku mencintainya..." Salsa menghela napas. Dia telah kalah. Dan dia menyerah.

-------------------------

Sabtu, 18 Mei 2013

Kereta Tak Selamanya Penuh Part II

Ini kisah tentang sakit hatinya teman saya. Dia berkeras agar saya membaginya di blog. Jadi setelah beberapa hari di berondong pertanyaan yang sama, akhirnya membuat saya menyerah.

Jadi begini ceritanya: rumah teman saya di Bogor, sedang kantornya terletak di Jembatan Tiga, Kota. Setiap hari dia menggunakan jasa kereta api listrik untuk pergi-pulang Bogor-Jakarta. Supaya dapet tempat duduk, teman saya harus naek kereta pukul 05.15. Itu artinya dia berangkat dari rumah sekitar pukul setengah lima.

Yang bikin teman saya sakit hati adalah ada tiga orang perempuan usil (mereka ternyata bersahabat) yang naik dari stasiun Depok Lama. Mereka bertiga sering kali menyindir teman saya dengan kata-kata pedas dan tajam.

Seperti:
"Ih, di rumah gak punya kasur ya? Sampe mau tidur aja numpang di kereta"

"Ya ampun ini pada tidur apa pingsan sih? Koq gak bangun-bangun dari tadi."

"Pada buta matanya kali ya? Atau budek kupingnya. Orang dari tadi berisik karena pegel masa gak ngerasa sih?"

"Sumpah deh ini orang-orang udah pada mati rasa mungkin. Pura-pura tidur semua."

Dan kalimat-kalimat semacam itu.

Kau.. Mau Menikah Denganku?

Aku tak pernah mengira bahwa hari ini akan tiba. Angan-anganku tentang dirinya hanya berani ku bingkai di bawah langit malam. Dan kini, segalanya sempurna untuk sebuah impian yang hanya berani kubayangkan...
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Langit masih saja mendung walau hujan telah lama selesai. Genangan air sepanjang jalan pun telah surut dan hanya menyisakan tanah yang sedikit basah. Kesatria-kesatria tanpa kuda di belakang kemudi pun telah kembali melajukan roda-roda kendaraan serupa jalannya kehidupan.

Semilir angin dingin dan basah menebarkan hawa menggigil yang membuat bulu kudukku merinding. Ku naik kan restleting jaket abu-abu ku hingga pangkal leher. Berharap dapat meredam hawa dingin yang menusuk-nusuk.

Aku sedang berada di aula gedung sekolah ku dulu. Rasanya hampir seperti napak tilas bagiku. Bayangan-bayangan masa lalu berkelebat begitu saja di kepala ku. Ya Tuhan, betapa aku telah bertambah dewasa sejauh ini.

Kamis, 16 Mei 2013

Persahabatan seperti Sayur Sop

Persahabatan itu seperti sayur sop dengan potongan daging. Rasanya nikmat, Komandan!

Saya teringat akan sebuah kalimat di salah satu buku yang pernah saya baca. 'Gak ada persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan tanpa salah satunya terjebak akan perasaan cinta'. Rasanya seperti tepukan pelan yang menyadarkan, bukan?

Menjadi sahabat artinya siap menjadi separuh tubuh dan pikiran. Gak ada persahabatan yang lurus-lurus aja, damai-damai aja. Menjadi sahabat juga berarti harus siap jadi Seksi Humas. Lho koq?

Yap! Sadar atau gak, kita sering kali lebih repot saat sahabat kita kena masalah. Repot bantu mikir gimana jalan keluar.

Rabu, 15 Mei 2013

Kereta Tak Selamanya Penuh Part I

Oke. Ini posting pertama saya lewat aplikasi Bloggeroid for Blogger. Buat yang gak tau, ya bisa lah cari infonya sendiri di google hahaha < omongannya random abis

Sudah beberapa hari ini saya menjadi seorang karyawan yang kantornya terletak di daerah Jembatan Tiga. Pernah ada yang nanya ke saya, 'kalo kerja di Kota, trus lo harus naek kereta dong, Ndah?'

'Ya iya lah, masa mau naek helikopter.' Jawab saya asal.

'kalo gue, maaf aja deh. Gak sanggup lari-lari ngejar kereta tiap pagi.'

Saya gak tau apa motivasinya ngomong gitu. Yang jelas, semua orang pasti tau, bahkan malaikat juga tau, kalo gak ada satu orang pun yang sanggup ngejar kereta. Bahkan di film India sekali pun! Buktinya Rahul gak bisa ngejar Anjali yang mau pulang kampung naek kereta.