Minggu, 30 September 2012

Nyoblos Part 2


Melanjutkan cerita Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran pertama, sekarang saya mau meriview sedikit perjalan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua. Dan sebagaimana pembaca sudah mengetahui siapa calon Gubernur DKI Jakarta terpilih selanjutnya dari hasil perhitungan surat suara, baik dari hasil quickcount maupun resmi, jadi gak perlu saya bahas kan ya ^^


Surat Undangan (diterima pukul 18.00 sehari sebelum pemilihan)

Senin, 17 September 2012

Masih Perlukah Pengamen di Jakarta???

Wow.. ekstrim sekali pertanyaan saya. Atau pernyataan saya?
Rasanya kita gak bisa lagi tutup mata, bahwa public enemy yang dihadapi masyarakat Jakarta bertambah satu lagi. Yap! Pengamen!

Sungguh saya udah merasa jengah dengan kehadiran pengamen di angkutan umum yang saya tumpangi. Gak kurang dari tiga pengamen turun-naik selama kira-kira 20 menit saya menggunakan transportasi ini. Dan bagi saya yang harus dua kali berganti angkutan, itu berarti saya bertemu dengan minimal enam pengamen sekali jalan. tinggal di kali kan dua untuk mengetahui jumlah pengamen yang saya temui setiap harinya. Eneg, bukan?

Hampir berasa pengen menjerit "woi, turun!" tiap kali para pengamen itu naik. Terlebih sekarang para pengamen itu menggunakan kalimat, "Jika anda masih punya hati nurani, jika anda masih merasa manusia, tolong hargai suara kami. Suara kami bukan suara angin atau suara binatang. Seribu dua ribu tidak akan mengurangi harta anda, jabatan anda, kehormatan anda. Dari pada kami mencopet, mencuri, merampok lebih baik kami mengamen. Itu lebih halal. Anda butuh makan, kami juga butuh makan bla.. bla.. bla.." Ya Tuhan, mereka itu sedang mengamen atau mengancam sebenarnya?

Kadang juga saya merasa bahwa para pengamen itu tidak pandang "jam kerja" mereka. Pagi-pagi (di bawah jam 7) mereka udah meng"invasi"   angkutan-angkutan kota. Padahal kelopak mata kami masih terlalu ngantuk untuk mendengar nyanyian mereka yang tak seberapa merdu. Sering saya melihat wajah muram dan tatapan sinis dari penumpang angkutan. Tak jarang suara menghela nafas yang sengaja di keraskan.