Senin, 07 November 2011

Talkshow Chip Special: How To Get Rich With Mobile Apps

Rabu, 2 November 2011 pukul 13.30 WIB bertempat di Merak Room, JCC, lagi-lagi tak segan-segan majalah CHIP bersama Nokia mengadakan sebuah talkshow gratis! yang kali ini bertema Developer Day @ Indocomtech 2011. Taklshow siang itu terasa berbeda karena dibarengi dengan acara peluncuran buku dengan judul yang sama (tujuan talkshow ini sebenernya lebih kepada bedah buku How To Get Rich With Mobile Apps).

Berangkat pukul 12 dengan menumpang busway, saya dan tiga teman lain meluncur ke TKP walau di payungi hujan gerimis. Cukup lama kali menunggu busway, kira-kira hampir setengah jam kami menunggu angkutan idola dan andalan ibukota itu. Walaupun datang telat, setelah registrasi kami tetap dipersilahkan masuk oleh panitia yang sangat sopan dan ramah itu. Hanya satu hal yang kami sayangkan karena datang telat, kami berempat gak dapet tiramisu sebagai coffee break hahahahah

Mas Naren saat membahas NFS


Herman Tohari saat membantu penjelasan Mas Naren

Acara diisi oleh empat pembicara keren yang bikin acara talkshow meriah dan gak ngebosenin, yaitu:

  1. Narenda Wicaksono, Developer Manager Nokia Indonesia
  2. Maretha Dewi, Service Manager Nokia Indonesia
  3. Firstman Marpaung, President of NICE
  4. Herman Tohari, Suma Mobile
Inilah tema-tema yang diangkat pada talkshow tersebut; 
  1. Pengembangan aplikasi di Nokia
  2. Kiat bagi para developer
  3. Qt development
  4. Windows phone development
  5. Web apps development
  6. Java development
  7. Flash lite development
  8. Nokia themes development
  9. Publish apps di Ovi Store
  10. NFS, dll

Maretha sebagai wakil Nokia juga menegaskan bahwa Nokia sama sekali tidak mendukung OS berbasis Android karena tidak berpihak pada developer. Seperti memberi penegasan pada pernyataan Maretha tersebut, Mr. Firstman mengenakan T-Shirt bertuliskan "Will Code For Food". Kalo semua gratis, bisa makan dari mana? Sstt. . . jangan bilang-bilang ya padahal saya juga pake Android hihihihi

Melalui acara ini, Nokia membuka peluang bagi para developer yang ingin mempublish karya-karyanya. Nokia juga berharap karya-karya anak bangsa bisa lebih diterima oleh masyarakat dunia yang tentu hal ini selain menambah kebanggaan bangsa juga menambah kesuksesan dalam hal penghasilan ^_^

Pamer souvenir dari CHIP

Jumat, 04 November 2011

Belum Rezeki. . .

2 November kemarin, merupakan hari besar bagi saya. Karena di hari itulah sebuah labu baru berisi beberapa ml darah segar dari tubuh saya akan menambah koleksi stok labu darah di ruang penyimpanan darah PMI. Karena acara di mulai pukul 9 pagi, saya berangkat dari rumah pukul 8 pagi. Setidaknya saya berharap ada jeda beberapa menit untuk saya menormalkan hati yang berdebar-debar karena gugup.

Saya sampai di TKP pukul setengah sembilan pagi. Menurut daftar hadir saya adalah calon pendonor urutan ke sembilan, satu-satunya perempuan dan satu-satunya calon pendonor dari kalangan umum. Calon pendonor yang lain semuanya bapak-bapak dan pake Baret Hijau.

Sebelum acara dimulai, panitia menjelaskan kembali tentang tata cara donor. Kemudian sambil menunggu Bapak KH. DR. Idris Abdul Shomad, MA, Wakil Walikota Depok yang akan membuka secara resmi kegiatan ini, panitia mempersilahkan para calon pendonor yang sudah hadir terlebih dahulu untuk memeriksakan "kelayakannya" menjadi pendonor. Pada pemeriksaan calon pendonor urutan ke delapan, tamu kehormatan yang ditunggu, datang. Maka acara pemeriksaan pun ditunda untuk sementara.

Sebelum donor, periksa dulu ya Pak Wakil Walikota Depok 

Setelah pidato pembukaan, Bapak Wakil Walikota Depok dan Bapak Asisten juga diminta kesediaannya untuk berpartisipasi dalam acara donor darah kemarin. Kemudian tibalah waktunya bagi saya untuk memeriksakan kelayakan saya mendonor. Tekanan darah, detak jantung, tes obat: LOLOS. Kemudian melaju ke tahap dua: pemeriksaan HB (hemoglobin). Gak nyangka, sebuah pernyataan dari ibu dokter yang memeriksa saya membuat hati saya sedih dan separuh hancur: maaf ya, HBnya rendah GAK BISA DONOR. . .

Bagai itik yang kehilangan induknya, saya merasa bingung, gamang, limbung, galau. Saya menatap beberapa pendonor yang sudah terbaring di kasur lipat dengan selang di lengan mereka dan labu darah di ujungnya. Saya langkahkan kaki ini ke kamar kecil, bukan. . . bukan. . . gak mau nangis koq, emang mau buang air aja trus rapi-rapi untuk melanjut ke acara berikutnya: seminar How To Get Rich With Mobile AppsHow To Get Rich With Mobile Apps di JCC. Berangcuuuuuutttttt...