Sabtu, 20 Agustus 2011

Aku Sedang Menghadap Tuhan




Sepertinya Allah sedang berbicara padaku, dari hati ke hati. Menatapku yang sedang duduk diam. Air mataku tiba-tiba saja menetes, aku merasakan keharuan teramat dalam. Inikah ya Tuhan? Inikah?

Beberapa tahun yang lalu, seorang teman pernah bertanya padaku, "Apa saja yang kau minta pada Tuhanmu?", "Tak ada.." jawabku saat itu.

"Kenapa?"

"Sudah cukup semua yang Tuhan berikan padaku, aku tak menginginkan apa-apa lagi. Sudah terlalu banyak doa yang diminta manusia di dunia ini, aku tak ingin merepotkan Tuhan lagi."

"Mintalah..." kalimat terakhir temanku sebelum akhirnya kami berpisah.

Bertahun kemudian pertanyaan yang sama kembali datang kepadaku dari seorang teman, "Doamu begitu cepat, apa saja yang kau minta?".

"Tuhan telah memberikan semuanya, cukup bagiku untuk bersyukur saja".

"Mintalah..." kalimat yang sama.

"Baiklah, tak ada salahnya meminta." suatu ketika suara hatiku bicara. Maka kuambil selembar kertas dan pulpen, lalu mulai menulis apa-apa saja yang akan kuminta pada Tuhan. Kupandang daftar itu, lalu mulai mengangguk angguk. "Ini saja yang akan kuminta." ujarku dalam hati.

Kemudian setelah itu, aku selalu meminta pada Tuhan sesuai daftar yang telah kubuat. Tak pernah kutambah atau kukurangi. Setiap selesai sholat atau bahkan ketika sedang duduk diam. Ketika mati lampu atau ketika sedang mendengarkan lagu.

Lalu Allah menjawab doaku, satu per satu. Ya Allah...

Inikah ya Tuhan? Inikah? Inikah jawabanMu atas semua doaku? Hanya air mata yang dapat menggambarkan rasa syukurku, rasa takjubku, rasa haruku.

"Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".(Ghafir : 60).

"Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya". (Sunan At-Tirmidzi, bab Do'a 12/267-268).

"Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa". (Sunan At-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306).

"Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan berdoa dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam". (Al-Haitsami, kitab Majma' Az-Zawaid. Thabrani, Al-Ausath. Al-Mundziri, kitab At-Targhib berkata : Sanadnya Jayyid (bagus) dan dishahihkan Al-Albani,As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No. 601).

Kini, apa lagi yang harus kuminta?