Minggu, 23 Januari 2011

Saat Argawi Kandito Menguak Tabir Kematian

Apa reaksi yang akan Anda berikan jika seorang remaja pria berusia tidak lebih dari enam belas tahun mengungkapkan tentang alam akhirat? Dan menjabarkannya seolah-olah sedang berekreasi? Apa yang akan Anda katakan jika dia juga mengakui bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan dua puluh enam nabi (termasuk Nabi Khidir) bahkan dapat berkomunikasi dengan Allah SWT secara langsung?



Argawi Kandito melahirkan pro dan kontra saat sebuah buku berjudul Berjumpa 26 Nabi: Pengalaman Spiritual Seorang Remaja (Pustaka Pesantren, 2008) dilempar ke toko-toko buku. Fenomena tidak berhenti sampai disitu, melalui buku Menguak Tabir Kematian, Toto (panggilan akrab Argawi Kandito) membahas beberapa topik yang sering menjadi perbincangan di lingkungan masyarakat muslim. Seperti ; sakaratul maut dan alam sesudahnya, pembagian alam langit, arwah gentayangan, peran doa, mati syahid dan beberapa penjelasan tentang alam gaib.

Beberapa penjelasan dari topik-topik tersebut ada yang menguatkan keyakinan namun juga ada yang bertentangan dengan kebiasaan masyarakat muslim pada umumnya. Saya sendiri menerimanya sebagai perbandingan dengan pandangan saya.

Awalnya saya menolak untuk membaca buku pemberian teman ini dan sempat menutupinya dengan buku-buku lain di rak buku saya. Namun akhirnya setelah menunggu berbulan-bulan, saya memberanikan diri untuk membuka lembar pertamanya. Takut, itulah perasaan saya waktu itu. Tapi Toto memang mempunyai gaya menulis yang asik (menurut saya) sehingga tidak sedikit pun rasa takut muncul saat membaca bukunya.

Informasi yang saya dapatkan tentang buku ini dari internet agak sedikit membuat saya was-was untuk berkomentar. Banyak yang mendukung namun tak sedikit pula yang meragukan. Namun terlepas dari semua pro dan kontra yang ada, Menguak Tabir Kematian saya anggap sebagai sebuah cerita mimpi seorang remaja yang menjelajah alam gaib. Sedangkan kebenaran tentang isi ceritanya biarkan hanya Allah yang menilai.

Wa allaahu a’lam bi ash-shawaab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar