Senin, 31 Januari 2011

Ini Langkah Ku

Ini langkahku...
Saat esok matahari terbit pukul lima pagi
Rasa itu sudah tak ada disini
Kutinggalkan semua kebodohanku
Sesak, sedih atau pemujaan untuk dirimu

Ini langkahku...
Menuju dimana luka itu tak lagi ada
Saat terakhir kali kutolehkan kepalaku
Hanya tersisa sebuah jejak untuk meninggalkanmu

Ini langkahku...
Tanpa dirimu menuju aku yang baru
Tak ada apapun disana
Aku tahu dan kuterima itu

Ini langkahku...
Akan lebih bahagia tanpa dirimu
Kutegakkan kepalaku menyambut jalan yang baru
Dan akan kutunjukkan padamu betapa bahagianya aku

Ini langkahku...
Bukan aku ingin kau menderita
Tersiksa sendiri menanti rasa
Tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku tak menyesalinya

Ini langkahku...
Dan kau tahu itu...

Jumat, 28 Januari 2011

Everyone Is No.1

Suatu hari waktu lagi browsing-browsing gak tentu, tiba-tiba mata saya terbentur akan lagu yang satu ini. Everyone Is No.1 adalah lagu resmi Olimpiade Beijing 2008, dinyanyikan oleh Aktor yang juga penyanyi Mandarin terkenal, Andy Lau.

Video klip lagu ini bercerita tentang keterpurukan-keterpurukan hidup beberapa orang, diantaranya tukang pos yang tertabrak mobil sehingga salah satu kakinya harus diamputasi, diperankan oleh Andy Lau. Di sela keterpurukannya tersebut, dia melihat berita di televisi tentang anak kecil yang juga mengalami kecelakaan yang sama dengannya. Berniat untuk menjadi teman dan menghibur anak tersebut, Si Tukang Pos terinspirasi untuk mengikuti Olimpiade setelah membaca artikel tentang Paralympic.

Setelah berjuang dan berlatih keras, akhirnya Si Tukang Pos dapat memenangkan Olimpade. Namun, yang paling mengharukan adalah, dia tidak ikut Paralympic melainkan Olimpiade untuk orang normal. Di akhir cerita, si anak kecil tadi akhirnya dapat berjalan kembali.


Everyone is No.1

Setiap kali kudengar suara tepuk tangan bergemuruh
Ku tahu ku telah maju selangkah lagi
Namun ku pernah tak dapat berdiri pula

Jalanku bukanlah jalanmu, deritaku bukanlah deritamu
Setiap manusia memiliki potensi guna menaklukan segalanya
Airmataku bukan airmatamu, sakitku bukan sakitmu
Langit yang sama, kebanggaan yang berbeda, satu dalam perasaan.

Jangan gelisah dan menyalahkan diri sendiri
Diperlukan ketenangan dan ketegaran
Asalkan mau menerjang ke depan, katakan pada diri sendiri, Aku dilahirkan pasti berguna!

Everyone is number one,

Asalkan kau tidak selalu bertanya, mampu atau tidak. Satukan energi, raihlah mimpi di dalam hidupmu untuk menyongsong masa depan dan janganlah menunggu.

Everyone is number one,

kunci sukses ada di tanganmu, mau atau tidak
Alirkan keringat yang paling panas, genggamlah hati yang paling tulus
Number one adalah milik setiap orang.

Tanganku bukan tanganmu, mulutku bukan mulutmu
Hanya dibutuhkan sebuah hati, badai dan hujan deras dapat menjadi kawan baik kita.

Janganlah takut dinginnya perjalanan walaupun sampai pada sedikitnya kehangatan yang tersisa. Aku tetap akan menerjang dengan sekuat tenaga.




Untuk download lagunya klik disini http://www.4shared.com/audio/3qn0i9fr/Everyone_Is_No1_-_Andy_Lau.html

Kamis, 27 Januari 2011

Selamat Tinggal "My Home Sweet Home"

Sudah beberapa hari ini, tema perbincangan di rumah saya hanya berkutat seputar rencana kepindahan kami sekeluarga ke tempat lain. Rumah yang sudah berumur lebih tua dari umur hidup saya sendiri, rumah tempat kakak-kaka saya lahir, rumah dimana kami mulai mengenal hidup. Ya, kami akan menjual rumah peninggalan ayah saya ini.


Rumah kami cukup besar dengan empat kamar tidur, dan dua kamar mandi. Ruang tamu dan ruang keluarga berukuran sama luas sedangkan ruang makan mempunyai luas sedikit lebih kecil. Kami punya halaman yang tidak terlalu luas, sebuah pohon delima yang masih sering berbuah, pohon belimbing sayur dan beberapa tanaman hias ditanam ibu untuk mempercantik rumah. Luas teras rumah hampir seluas halaman, jika digabungkan setidaknya masih cukup untuk memarkir empat buah motor jika ada tamu yang datang.


Jika diingat lagi, setiap sudut rumah ini penuh dengan kenangan tak ternilai harganya. Tentang tawa, kesedihan dan gundah hati serta amarah dan kegalauan. Disanalah kami tumbuh dan belajar, dari sanalah kami memulai untuk melangkah.

Mungkin memang tak banyak kenangan indah di rumah kami ini, mungkin ada lebih banyak amarah dan kata-kata kasar yang terlontar namun itulah keindahan dari sebuah masa lalu, semuanya terasa indah bahkan kenangan tentang tangis dan luka. Rasanya saya ingin mengulang masa-masa itu.

Rumah ini juga menjadi saksi atas kepahitan hidup keluarga kami, dimana kami sering kekurangan uang untuk makan sehari-hari, tempat dimana ibu saya berjualan, tempat dimana resepsi pernikahan kakak saya diselenggarakan dan tempat dimana ayah saya dimandikan serta dikafankan. Apa rasanya menyesakkan? Itulah kenyataannya. Rumah ini bukan saja menjadi awal tapi juga akhir bagi kami. Awal bagi kami untuk hidup setelah lahir dan akhir bagi kami ketika harus pergi dan mulai menjalani hidup di tempat yang baru setelah menikah.

Jika diingat-ingat lagi, hanya air mata yang keluar dari mata saya yang memang sudah belo dari lahir ini. Hihihi....


Sekarang, waktu kami di rumah ini sudah habis dan kami harus pergi ke rumah yang baru, tempat awal bagi kami untuk memulai hidup kami yang baru lagi. Kami harus membuka lembar hidup yang baru karena “buku” sebelumnya sudah sampai di lembar terakhir.

Sekilas Tentang Cabai

Saat membicarakan sesuatu yang pedas, kita pasti akan teringat akan jenis bumbu yang satu ini, kepopulerannya bahkan mengalahkan bumbu lain yang memiliki kadar kepedasan serupa. Cabai. Kesukaan orang Indonesia terhadap penggunaan berlebih pada jenis bumbu yang satu ini seakan menggeser urutannya hingga menyamai bahan-bahan pokok dalam membuat masakan.

Cabai termasuk tumbuhan anggota genus Capsicum yang secara alami tumbuh di daerah pegunungan dan ternyata masih saw famili (solanaceae) dengan tanaman kentang, tomat, terung, ranti, dan tekokak, sehingga kemungkinan adanya kesamaan dalam serangan hama dan penyakit.

Bunga tanaman cabai merupakan bunga sempuma, artinya dalam satu tanaman terdapat bunga jantan dan bunga betina. Pemasakan bunga jantan dan bunga betina dalam waktu yang sama (atau hampir sama), sehingga tanaman dapat melakukan penyerbukan sendiri. Namun untuk mendapatkan hasil buah yang lebih baik, penyerbukan silang lebih diutamakan. Karena itu, tanaman cabai yang ditanam di lahan dalam jumlah yang banyak, hasilnya lebih baik dibandingkan tanaman cabai yang ditanam sendirian.

Pernyerbukan tanaman cabai biasanya dibantu angin atau lebah. Kecepatan angin yang dibutuhkan untuk penyerbukan antara 10 — 20 km/jam (angin sepoi-sepoi). Angin yang terlalu kencang justru akan merusak tanaman. Sedangkan penyerbukan yang dibantu oleh lebah dilakukan saat lebah tertarik mendekati bunga tanaman cabai yang menarik penampilannya dan terdapat madu di dalamnya.

Cabai dipercaya berkhasiat untuk mengobati banyak penyakit, misalnya sebagai terapi penyembuhan kejang, sakit tenggorokan, alergi, memperlancar sirkulasi darah dalam jantung, meringankan pegal, rematik, sakit gigi, gatal-gatal, sesak napas, menambah napsu makan, bisul, mengandung antibiotic dan antioksidan, mengurasi terjadinya penggumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol, melegakan hidung tersumbat pada sinusitis, mengurangi batu berdahak, meredakan migrain dan masih banyak lagi.

Rasa pedas pada cabai memiliki tingkatan tersendiri yang diukur menggunakan Scoville rating, dari pengukuran ini telah diperoleh 10 cabai paling pedas sedunia, diantaranya:

1. Bhut Jolokia (Scoville rating : 855.000-1.050.000).

Telah dikonfirmasikan oleh Guiness World Record sebagai cabai terpedas di dunia, menggantikan Red Savina. Berasal dari daerah Assam di timur laut India, tumbuh di Nagaland dan Manipur. Terdapat sedikit keraguan mengenai spesies dari cabai ini, apakah masuk ke dalam capsicum frutescens atau capsicum chinense, namun berdasarkan tes DNA diketahui bahwa ini adalah spesies hibrida, dengan dominan capsicum chinense dan sedikit capsicum frutescens.

2. Red Savina Pepper (Scoville rating : 350.000-580.000).

Varietas khusus dari cabai Habanero, yang dikembangbiakkan khusus agar mendapat cabe yang lebih pedas, besar dan berat.
Frank Garcia di Walnut, California adalah pengembang cabai Red Savina ini. Metodenya masih rahasia dan tidak diketahui umum. Cabai ini memegang rekor sebagai cabai terpedas di dunia dari tahun 1994 sampai 2006 dan dicatat oleh Guinness World Records. Namun pada Februari 2007, cabai ini harus turun dari singgasananya, dikalahkan oleh yang ada saat ini di urutan 1.

3. Habanero pepper (Scoville rating : 100.000–350.000).

Cabai ini adalah salah satu cabai yang amat pedas pada genus-nya, yaitu capsicum. Saat mentah berwarna hijau, saat matang warnanya oranye atau merah. Namun kadang terlihat juga warna putih, coklat dan bahkan pink! Ukuran panjang sekitar 2-6 cm. Cabai ini banyak berasal dari Yucatan dan daerah sekitar pantainya. Nama cabai ini berasal dari kota di Cuban, kota di La Habana. Walaupun tempat itu bukanlah tempat asalnya, namun ini banyak diperjualbelikan disana.

4. Thai Pepper (Scoville rating : 50.000–100.000).

Thai Pepper dikenal di Indonesia sebagai cabai rawit. Banyak terdapat di Thailand dan tetangganya seperti Kamboja, Vietnam, Indonesia, dan sekitarnya.


5. Cayenne pepper (Scoville rating : 30.000-50.000).

Benar-benar cabai yang menunjukkan ke-cabai-annya melalui warnanya. Namanya berasal dari kota Cayenne di French Guiana. Cayenne atau Guinea Pepper atau Bird Pepper adalah cabai merah yang pedas, digunakan untuk bumbu masakan baik dalam bentuk utuh ataupun bubuk dan untuk keperluan medis digunakan sebagai obat herbal.

6. Serrano Pepper (Scoville rating : 10.000-23.000).

Cabai ini berasal Meksiko, di daerah pegunungan Meksiko. Rasa pedasnya menggigit, lebih pedas dari jalapeño, dan biasanya dimakan mentah - mentah. Bentuknya memang mirip dengan cabai rawit dari Indonesia, tapi ini adalah spesies yang berbeda.


7. Jalapeño (Scoville rating : 2500-8000).

Bentuknya kaya terong, tapi itu bukan terong, itu cabai jalapeño. Cabai ini sudah termasuk panas, dan sudah dapat memberikan sensasi terbakar saat memakannya (pedas). Panjangnya antara 5 - 9 cm. Juga ini berasal dari Meksiko. Di Meksiko terdapat lahan seluas 160 km persegi yang hanya digunakan untuk menanam cabai jenis ini! Daerahnya terutama di lembah sungai Papaloapan, sebelah utara Veracruz.



8. Anaheim Pepper (Scoville rating : 500-2500).

Nama Anaheim sebenarnya adalah nama sebuah daerah. Nama itu diberikan karena ada seorang petani bernama Emilio Ortega yang membawa benih cabe ini ke daerah Anaheim pada awal tahun 1900. Sebutan lainnya adalah California Chile atau Magdalena. Varietas cabai ini yang tumbuh di New Mexico memiliki tingkat kepedasan yang lebih tinggi, yaitu sekitar 4500 sampai 5000 Scoville units.

9. Pimento (Scoville rating : 100-500).

Pimento atau cabai cheri adalah cabe yang besar, merah berbentuk seperti hati, panjang antara 7 - 10 cm lebar 5-7 cm. Daging buahnya termasuk manis, berair, dan lebih beraroma dibandingkan dengan paprika merah. Namum beberapa varietas dari pimento ini cukup pedas. Pimento atau pimentão sendiri adalah bahasa Portugis dari "bell pepper".

10. Bell pepper (Scoville rating : 0).

Bell pepper ini biasanya terdapat dalam 4 warna, yaitu merah, kuning, hijau, oranye. Bell Pepper kadang dikelompokkan ke dalam cabai yang kurang pedas atau "sweet peppers" (kalo gak pedas, tapi kenapa cabai ini termasuk dalam daftar cabai terpedas di dunia, ya?). Namun terdapat paprika langka berwarna putih dan ungu, tergantung dimana mereka ditanam dan dari varietas apakah mereka. Paprika hijau berasa lebih pahit dibandingkan dengan paprika merah, kuning atau oranye.


Para ilmuan memperkirakan bahwa cabai telah ada sekitar 6000 tahun yang lalu dan digunakan pertama kali oleh orang-orang di Ekuador sebagai komoditi pedagangan dan bumbu utama masakan yang diyakini dicampur dengan jagung dan biji-bijian. Kedatangan Christopher Colombus setelah ribuan tahun cabai digunakan di Ekuador dan membawanya ke Eropa lah yang membuat tanaman ini tersebar ke seluruh dunia.
Oleh pedagang Portugis melalui pelabuhan di Afrika atau membawanya langsung menyeberangi Samudra Pasifik akhirnya cabai asal Amerika Selatan sampai ke Asia.

Orang-orang Asia seperti Cina, Jepang, Korea dan Indonesia mengenal cabai melalui para pedagang Portugis pada abad ke 16. Awalnya mereka membawa cabai ke Afrika hingga sampai ke India pada tahun 1948. Di kawasan Asia, Indonesia mempunyai kesempatan pertama untuk mengenal cabai pada tahun 1540, sembilan tahun kemudian para pedagang Portugis membawa cabai ke Cina, Jepang dan Korea. Pada tahun 1564 Filipina mendapat giliran mengenal cabai saat kapal Spanyol melewati jalur perdagangan menuju kepulauan Melanisia dan kawasan Mikronesia.

Setelah kedatangannya di kawasan Asia, cabai telah mempengaruhi berbagai rasa dan cara pengolahan makanan. Korea misalnya, kimchi adalah makanan tradisional Korea yang disiapkan saat angin dingin mulai bertiup (sekitar awal November hingga pertengahan Desember) sebagai persediaan sayuran di musim dingin ketika sayuran segar sulit ditemukan. Sebelum abad ke-19, kimchi hanya dibuat dari sayuran asli Korea dan kini dari 187 jenis kimchi di Museum Kimchi Pulmuone yang ada di Seoul, cabai dapat ditemui sebagai bumbu pokok dalam resep pembuatan kimchi. Orang Korea juga sering mengucapkan "kimchi" sewaktu berfoto agar terlihat sedang tersenyum sebagai pengganti kata "cheese" yang sering diucapkan penutur bahasa Inggris.

Di Indonesia sendiri penggunaan cabai pada resep masakan sangat mudah kita jumpai, dan daerah yang paling terkenal dengan masakan pedasnya adalah Padang dengan resep rendang sebagai andalan. Ketenaran rasa pedas pada rendang bahkan membuat Malaysia iri dan sempat berniat mengklaimnya sebagai masakan asli mereka.

Cabai juga mempengaruhi masakan Indonesia yang lain, misalnya sayur asem yang wajib disajikan dengan sambal dan lalapan walau rasa sayurnya sendiri sudah pedas karena penambahan cabai dalam pengolahannya.

Tapi tahukah Anda bahwa kulit cabai tidak terasa pedas? Lalu apa yang membuat cabai terasa pedas? Capsaicin, adalah zat yang mengakibatkan cabai terasa pedas dan panas pada lidah saat kita mengkonsumsinya. Zat ini juga mengakibatkan para pengkonsumsinya merasa ketagihan dan kecanduan, itulah yang mebuat banyak orang begitu menyukai cabai dan tidak mau berhenti mengkonsumsinya.

Cabai juga memiliki mitos tersendiri. Penggunaan cabai dalam jumlah ganjil dipercaya akan menghasilkan rasa yang lebih pedas dibanding penggunaan cabai dalam jumlah genap. Namun, hingga saat ini mitos tersebut belum dapat dijelaskan secara logis.

Minggu, 23 Januari 2011

Saat Argawi Kandito Menguak Tabir Kematian

Apa reaksi yang akan Anda berikan jika seorang remaja pria berusia tidak lebih dari enam belas tahun mengungkapkan tentang alam akhirat? Dan menjabarkannya seolah-olah sedang berekreasi? Apa yang akan Anda katakan jika dia juga mengakui bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan dua puluh enam nabi (termasuk Nabi Khidir) bahkan dapat berkomunikasi dengan Allah SWT secara langsung?



Argawi Kandito melahirkan pro dan kontra saat sebuah buku berjudul Berjumpa 26 Nabi: Pengalaman Spiritual Seorang Remaja (Pustaka Pesantren, 2008) dilempar ke toko-toko buku. Fenomena tidak berhenti sampai disitu, melalui buku Menguak Tabir Kematian, Toto (panggilan akrab Argawi Kandito) membahas beberapa topik yang sering menjadi perbincangan di lingkungan masyarakat muslim. Seperti ; sakaratul maut dan alam sesudahnya, pembagian alam langit, arwah gentayangan, peran doa, mati syahid dan beberapa penjelasan tentang alam gaib.

Beberapa penjelasan dari topik-topik tersebut ada yang menguatkan keyakinan namun juga ada yang bertentangan dengan kebiasaan masyarakat muslim pada umumnya. Saya sendiri menerimanya sebagai perbandingan dengan pandangan saya.

Awalnya saya menolak untuk membaca buku pemberian teman ini dan sempat menutupinya dengan buku-buku lain di rak buku saya. Namun akhirnya setelah menunggu berbulan-bulan, saya memberanikan diri untuk membuka lembar pertamanya. Takut, itulah perasaan saya waktu itu. Tapi Toto memang mempunyai gaya menulis yang asik (menurut saya) sehingga tidak sedikit pun rasa takut muncul saat membaca bukunya.

Informasi yang saya dapatkan tentang buku ini dari internet agak sedikit membuat saya was-was untuk berkomentar. Banyak yang mendukung namun tak sedikit pula yang meragukan. Namun terlepas dari semua pro dan kontra yang ada, Menguak Tabir Kematian saya anggap sebagai sebuah cerita mimpi seorang remaja yang menjelajah alam gaib. Sedangkan kebenaran tentang isi ceritanya biarkan hanya Allah yang menilai.

Wa allaahu a’lam bi ash-shawaab

Kamis, 13 Januari 2011

Saat Terakhir Kau Ada

Mungkin sebaiknya aku pergi jika kau tak menginginkan aku disini
Percuma saja kita memandangi sepasang mata yang saling menatap
Diam, tak mengucap kalimat
Bibir ku terasa kaku tak bergerak
Dingin udara malam terasa di luar rumah
Aku ingin bicara, aku tahu kau juga
Tapi berpikir membuat otakku merasa tersiksa
Kau masih diam menatapku
Dengan pandangan ragu penuh rindu
Bingung…
Kau seret aku dalam keheningan ini
Meninggalkan hangat dan kenyamanan dari mimpiku
Aku tak ingin berlama lagi diam disini
Jadi aku berbalik dan melangkah pergi
Kau tarik tanganku dengan tiba-tiba
Seakan berkata jangan tinggalkan aku...

Itulah malam terakhir aku bertemu denganmu
Karena saat esok kau tak lagi ada
Pergi hilang entah kemana
Dan kini sebuah kenangan tentangmu masih tersimpan dalam hatiku

Jika Aku Boleh Membenci

Mungkin kau membenci matahari yang sakiti matamu dengan sinar terangnya, membakar tubuhmu hingga bermandi peluh
Mungkin kau membenci malam yang membutakan, selimuti jiwa dengan kegelapan dan rasa dingin yang meraga
Habiskan waktumu melepas jaga, menjebak kebosanan dengan lelap pada mata
Mungkin kau membenci hidupmu yang tak sejalan dengan yang kau pikirkan, keinginan yang terhambat untuk terwujud
Mungkin kau membenci hujan yang menyekap dingin dalam jiwamu atau panas lelehkan semangat dalam dirimu
Mungkin kau membenci orang yang melahirkanmu, yang sering melepas amarah pada dirimu
atau mungkin kau membenci ayahmu yang lepaskan pecut tuk memacumu
Mungkin kau membenci aturan-aturan dalam hidupmu, mengikat dirimu pada keharusan akan sesuatu
Mungkin kau membenci orang-orang dalam hidupmu, sahabat yang pergi tinggalkan goresan luka pada hati
Mungkin kau membenci orang yang kau cintai, yang dulu kau sayang dan puja dalam napasmu
Kau bisa membenci apa pun yang kau inginkan, yang kau temui, yang kau miliki
Kau bahkan bisa membenci kehadiranmu di dunia ini
Tapi lihatlah, pagi akan datang dan hidup akan terus berjalan....

Rabu, 12 Januari 2011

JOB VACANCY KJKS NUSA MANDIRI

Untuk pengelolaan program pemberdayaan ekonomi yang lebih profesional, maka di tahun 2010, PKPU telah membangun sarana untuk pelaksanaan program tersebut. Sarana yang telah dibangun tersebut bernama KJKS NUSA MANDIRI.

KJKS adalah Sebuah lembaga keuangan yang beroperasional dengan sistem syariah, dengan kegiatan usahanya menghimpun dana anggota/masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada anggota/masyarakat dalam bentuk pembiayaan atau pinjaman untuk meningkatkan taraf hidup anggota/masyarakat

Untuk memperluas jangkaun pelayanan, KJKS NUSA mandiri akan membuka 2 cabang yaitu Tangerang dan Jakarta barat. Oleh karena itu lembaga membutuhkan Sumber Daya baru yang akan ditempatkan di wilayah depok, jaktim, jakbar dan tangerang dengan posisi :
a. Manager
b. Staf Operasional
c. Account Officer
d. Siport System

Terkait hal itu lembaga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi SDM yang mempunyai kompetensi -sesuai posisi-untuk mengikuti proses rekrutmen ini. Gambaran singkat untuk posisi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

1. Pimpinan Kantor (KJKSPK)
Selain sebagai pimpinan kantor, jabatan ini juga merangkap fungsi sebagai bagian pemasaran
Syarat:
Pendidikan Minimal d3
Pengalam baik sebagai Ao atau manager minimal 1 tahun .

2. Staf Operasional (KJKS SO)
Menangani pekerjaan yang merupakan representasi dari kegiatan back office, akuntansi, customer service dan teller.
Pendidikan minimal SMEA akuntansi.

3. Account Officer (KJKS AO)
Menangani pekerjaan yang merupakan representasi dari kegiatan analisa pembiayaan /account officer, bertanggung jawab terhadap kelancaran angsuran (laki-laki, mempunyai motor dan SIM)
Pendidikan Smu plus

4. Suport System (KJKS SS)
Menangani pekerjaan yang merupakan representasi IT support dan pengendalian internal, (laki-laki, mempunyai motor dan SIM)
Pendidikan Minimal D3 akuntansi /komputerr akuntansi

PERSYARATAN
• Recruitment terbuka untuk relawan keluarga besar PKPu dan UMUM
• Domisili dikota yang sama dengan penempatan
• Lamaran diajukan kepada: hrd@pkpu.or.id atau kirim langsung ke PKPU condet (Jl. Raya Condet no 27 G batu ampar Jakarta timur 13520)
• Berkas lamaran diterima paling lambat tanggal 23 januari 2011
• HR akan memproses lamaran yang masuk ke alamat atau email di atas sampai batas waktu yang telah ditetapkan
• Hanya pelamar yang memenuhi sarat yang akan dipanggil tes.
• Segala biaya yang dikeluarkan selama pelaksanaan test, ditanggung sendiri oleh pelamar yang bersangkutan
• Keputusan HR tidak dapat diganggu gugat

SURAT LAMARAN
Surat lamaran ditujukan kepada HR pusat dengan mencantumkan Kode Jabatan dan Kota yang diinginkan pada sampul dan surat lamaran, serta melampirkan :
• Surat Lamaran
• Riwayat hidup terbaru ( CV ).
• Fotocopi Ijazah dan transkrip nilai
• Foto 3X4 1 buah

Selasa, 11 Januari 2011

Perbedaan Antara Uang Seribu dan Seratus Ribu

Ada sebuah cerita menarik tentang perbedaan antara uang seribu dan seratus ribu. Saya dapat cerita ini pun dari sebuah tautan di facebook teman, so saya hanya ingin berbagi saja. Begini ceritanya:



Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak dengan bahan dan alat-alat yang oke.

Pertama kali keluar, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu, ”Ya, ampuunnnn. Darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, kok kamu sudah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar, kita sama-sama keren kan. Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata, “Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam.

Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen. Dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu kenapa saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas.”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin, “Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm, dompetnya harum sekali.

Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang lima, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. “

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya, “Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.

“Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu dan teman-temanmu disana”.



Dari cerita di atas, saya jadi ingat dengan kebiasaan saya sendiri yang mungkin juga banyak dialami oleh Anda sekalian. Betapa seringnya saat kita bersedekah, mengeluarkan harta yang kita bawa untuk orang lain yang tak punya baik di jalan atau yang mengetuk pintu-pintu rumah, hanya uang terkecil dari kantung kita lah yang kita sedekahkan. Baik itu seribu, dua ribu bahkan lima ratus rupiah. Betapa sayangnya kita pada uang kertas berwarna merah yang mempunyai lima angka nol di belakang angka satu itu.

Semoga setelah ini kita menjadi manusia-manusia yang lebih ikhlas, karena Allah pun tidak pernah pelit untuk memberikan rezekinya pada kita, amiiiinnnnn......

Saya masih ingat betapa manis balasan yang Allah berikan saat keikhlasan itu datang, beberapa waktu yang lalu saat saya berada di puskesmas, saya membutuhkan uang uang seribu rupiah untuk melunasi biaya berobat. Sebenarnya saya punya uang lebih lima ribu rupiah, tapi petugas loket puskesmas berkata tidak ada kembaliannya. Jadilah saya berseliweran kesana-kesini mencari tukaran uang.

Saya sempat putus asa karena banyak diantara pasien puskesmas tidak punya uang kecil. Saya lalu menghampiri sepasang suami istri yang duduk mengantri di pojok ruang tunggu, mereka tampak sangat sederhana. Pakaian mereka lusuh, wajah mereka tampak sendu dan ramah. Saya menyodorkan uang lima ribuah seraya bertanya apakah mereka punya uang kecil. Suami istri itu mengangguk, mengatakan mereka punya uang kecil, si ibu menyerahkan uang seribu rupiah pada saya, saya sempat terkejut karena si ibu hanya memberikan uang seribu rupiah lalu si bapak berkata sambil tersenyum "Sudah, ambil saja. Uang kamu di simpan saja."

Saya sempat menolak sambil menyerahkan uang lima ribuan saya, tapi suami istri itu menolak. Dengan berat hati saya menerima uang seribu pemberian mereka, membayarkan uang itu pada loket lalu berjalan pulang. Di perjalanan pulang, saya tidak berhenti memikirkan kebaikan hati suami istri yang bahkan tidak mengenal saya, dengan ikhlas mereka memberi uang yang belum tentu mereka tidak butuhkan. Saya sampai menitikan air mata karena haru. Ternyata masih ada orang baik dan tulus di Jakarta ini.

Lalu siang harinya, saat saya pergi ke rumah kakak Saya di Depok, dalam perjalanan pulang, seorang pengamen naik ke angkutan yang saya tumpangi. Saya keluarkan uang seribu rupiah dari kantung saya dan memberikannya pada pengamen itu. Sungguh Allah Maha Besar, sesampainya di rumah, saya mendapati berbagai makanan kesukaan saya terhidang di atas meja makan, saya yang saat itu sedang berpuasa sunnah sungguh sangat mensyukurinya. Saya sempat bingung dari mana ibu saya dapat uang untuk membeli makanan-makanan itu karena saat pagi ibu saya sempat bilang bahwa tidak akan ada makan untuk buka puasa sunnah saya, tapi saya tidak keberatan untuk membatalkan puasa saya dengan air putih saja.

Ternyata makanan-makanan itu diantarkan oleh beberapa orang tetangga saya. Hanya karena menyedekahkan uang seribu rupiah, inilah balasan yang Allah berikan. Sungguh Allah Maha Pemurah.

Senin, 03 Januari 2011

TAHUN BARU, RENCANA BARU!

Miris rasanya saat saya melihat langit pada malam 31 Desember kemarin, betapa banyak kembang api yang dinyalakan, betapa banyak terompet yang terbeli dan terbuang, padahal akan lebih bermakna uang yang terpakai untuk semua perayaan itu jika diberikan pada yang lebih membutuhkannya.

Saat masih banyak yang tidur dengan perut yang lapar, sebuah sinar dari api yang terpercik di langit membuat tidur saya sedikit tak enak.

Tahun baru, semoga kamu memberikan kesadaran baru, bukan hanya semangat baru...