Kamis, 17 April 2014

4 Hal Yang Tidak Boleh Ada di Rumah (Saya)

Waktu mules-mules kemarin sempet ngebayangin lagi ngidam. Nikah aja belum, udah mikir hamil. Apa daya hasrat memiliki anak sungguh sangat luar biasa hehehe

Lalu saya kembali terkenang tentang kehebohan obrolah di salah satu grup whatsapp tentang pembunuhan yang dilakukan dua orang ABG, moment pada path seorang mahasiswi PTN yang minim toleransi dan tindak susila pada murid di salah satu sekolah berstandar internasional. Brrrr.. Langsung merinding. Akan seperti apa kehidupan yang akan dijalani anak saya nanti ya?

Saya sebagai seorang calon ibu, tentu akan berusaha melindungi keluarga. Terutama produk (konten) yang akan dikonsumsi oleh si buah hati. Namun sebagai manusia, saya tentu tidak bisa selamanya stand by menjaga buah hati. Jadi saya menarik kesimpulan untuk tidak akan menghadirkan beberapa hal di rumah saya nanti untuk melindungi mereka.

Apa aja sih yang gak boleh ada di rumah saya nanti? Yuk disimak:

1. Televisi
Walau harus kehilangan menyaksikan episode Mamah dan Aa, tapi saya harus merelakan benda ini menghilang dari daftar benda yang ada di rumah. Jujur saja, konten hiburan yang lebay, memaksimalkan pornografi dan kekerasan meyakinkan saya untuk tidak menyediakan tivi di rumah.

2. Komik
Alasan yang sama dengan yang di atas.

3. Minuman bersoda
Gak akan ada hal positif dari meminum minuman ini.

4. Rokok
Terserah jika nanti suami saya adalah perokok. Asal dia tidak membawa rokok ke dalam rumah, semuanya akan tetap biasa. Saya tidak akan mencari tentunya, tapi jika saya temukan maka rokok itu akan saya tumis pake pete.

Udah kali ya segitu dulu. Gampang lah nanti bisa di tambah ^_*

Rabu, 16 April 2014

Untukmu Kota Depok

Setelah tepar seharian dan hampir gak bisa move on dari tempat tidur, pagi ini akhirnya bisa kembali beraktifitas seperti semula. Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur.

Gak terasa udah hampir 2 tahun saya tinggal di Depok, sebuah kota yang sebelumnya hanya saya singgahi beberapa kali dalam sebulan. Dan kini setiap hari saya memulai aktifitas dari kota ini. Kota yang tidak pernah saya bayangkan seperti apa sebelumnya. Hadeeuhh..tetiba jadi melankolis gini hehehe

Pagi ini setelah sholat subuh, nyiram tanaman di halaman depan, menggoreng pisang dan nyapu halaman belakang, saya masih sempet nyuci baju sebelum berangkat kerja. Angin dingin yang membelai daun-daun pisang, udara sejuk dan paparan hangat sinar matahari dari celah-celah daun pisang yang menyirami tubuh saya membawa angan-angan saya menjelajah kota Depok tercinta ini. Disinilah hidup saya bermula (lagi) setelah dulu pernah menyinggahi Lenteng Agung sebagai tempat tinggal selepas SD.

Bertemu teman-teman senasib se-kota Depok yang sering terjebak macet atau kena gangguan kereta api, nyobain makanan nostalgia pinggir jalan ala anak SD, ngopi-ngopi hore di Ranah Kopi atau uji nyali makanan pedes di lesehan Nasi Jancuk seberang Mares bahkan tanding futsal di belakang LIA.

Di kota Depok lah semua bermula. Disini, saya mulai memikirkan hal-hal yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Misalnya saja macet di Margonda, lampu merah Juanda, pertigaan TipTop, jln. Dewi Sartika, sulitnya angkot 07 setelah lewat jam 8 malem atau patahnya panthograph di UI atau gangguan wesel yang menyebabkan antrian kereta api. Hahaha. Walau bagaimana pun saya tetap mencintai kota ini.

Di kota Depok semuanya bermula. Akankah juga tempat saya menutup mata?

Akhir kata untuk mu kota Depok, selamat pagi ^^

Selasa, 08 April 2014

Surat Untuk Ibu

"Bu, aku ingat sebuah kisah yang dulu sering kau ceritakan kepadaku, tentang seorang putri pengembara yang menulis kisah sejatinya mencari sang penambat hati. Sambil berbaring di pangkuanmu dan jemarimu membelai tipis helai rambutku. Bu, aku ingat kisah itu.."

"Seiring berjalannya waktu dan tentang semua kisah yang pernah kudengar, aku tumbuh menjadi jelita penebar cerita. Kuurai lagi ingatanku tentang kisah-kisah lama, kisah tentang sang putri pengembara, berharap bisa meniru apa yang dulu pernah dilakukannya. Lalu kusadari aku telah salah."

"Aku hidup di dalam dunia yang sesungguhnya, bukan dalam sebuah kisah. Semua yang kudengar dulu hanyalah dongeng penenang jiwaku. Agar aku dapat tidur bersama mimpi-mimpi yang membahagiakan hati. Bukan sebagai masa depan yang harus kuwujudkan."

"Bu, maafkanlah aku untuk semua kesalahan yang telah kubuat, untuk mimpi-mimpi dan harapanmu yang sempat kuwujud, untuk semua bahagia yang masih tertunda. Maaf, aku belum sanggup."

"Bu, sungguh aku dapat melihat kesedihanmu kala mereka meninggalkanku sendiri. Sungguh aku dapat melihat kecewamu karena menyadari bahwa aku masih menyendiri. Sedang mereka, teman-temanku, telah bahagia dengan sebuah keluarga yang baru. Sungguh aku dapat melihat itu. Jadi kumohon, tersenyumlah."

"Bu, maafkanlah aku yang tak sempurna. Belum dapat kuwujud untuk semua yang kau pinta. Belum dapat ku ukir di wajahmu sebuah senyum bernama bahagia. Bu, maafkanlah aku yang masih selalu membuatmu resah."

"Bu, sungguh aku berjanji untuk menuruti semua nasihatmu. Akan ku tulis sebuah kisah paling indah dalam hidupku untukmu. Bukan karena ku temukan seorang pengembara paling sempurna. Namun kisah indah ini akan dirangkai oleh rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa. Tak kan ku pinta pesta yang mewah, tak kan ku pinta rumah yang megah, tak kan ku pinta perhiasan paling indah dan tak kan kucari dia paling bertahta."

"Bu, terima kasih untuk tidak pernah bertanya tentang apa yang sedang kurasakan. Terima kasih untuk dukungan tanpa kata yang kau selalu berikan. Terima kasih atas kesabaranmu menungguku siap untuk berbagi cerita. Terima kasih untuk telah bersedia menjadi ibuku. Terima kasih.."

Kamis, 03 April 2014

Cantengan, Aku Kudu Piye?

"Setiap penyakit ada obatnya."

Beberapa waktu yang lalu, kakak ipar perempuan di rumah sedang galau bukan main. Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak dikarenakan penyakit yang menyerang jempol kakinya: cantengan.

Yup! Bagi sebagian orang yang putus asa, biasanya pengobatan untuk kuku cantengan adalah ke dokter. Praktis dan cepat. Untuk mereka yang berjiwa kreatif dan pejuang, bebat obat tradisional jadi tumpuan.

Tapi tau gak ada pengobatan cantengan yang alami, murah, mudah dan nyaman? Yup, kawana dan kawani gak salah baca koq. Obat cantengan adalah: pacar kuku. Tinggal campur dengan air lalu oleskan. Dijamin cantengan kawana dan kawani sembuh. Selamat mencoba ^_*

Senin, 24 Februari 2014

Dangdutan nih?

Sore ini hujan dan dangdut di lapangan dekat rumah gelaran hajat Pak RT terpaksa berhenti berdendang. Saya sebagai penikmat musik apapun (termasuk musik dangdut) tak bermasalah dengan gelaran tersebut. Beberapa lagu yang dibawakan pun sempat membuat saya ikut berdendang.

Tapi pernah gak perhatikan list lagu dangdutan di acara nikah itu agak ganjil? Seharusnya di acara nikahan daftar lagu yang di bawakan adalah lagu cinta yang ceria. Tapi yang sering kali terjadi justru lagu-lagu sedih yang dinyanyikan sang biduan. Bukankah tiap ucapan adalah doa?

Banyak kok lagu dangdut bertema cinta yang baik dan bisa menjadi doa. Berikut sedikit daftar yang mungkin bisa menjadi acuan:
1. Terlena - Ike Nurjanah
2. Dasi dan Gincu - Rhoma Irama
3. Siapa yang Punya - Rhoma Irama
4. Azza - Rhoma Irama
5. Aku Tidak Suka Lagu Dangdut - Angel Lelga
6. Jodoh Dunia Akhirat - Rita Sugiarto
7. Mutiara Kasih Bunda - Eri Susan
8. CAKA - Novi Ayla
9. Mati Lampu - Nasar
10. Dewa Amor - Ridho Rhoma
dll

Ternyata masih banyak bukan lagu dangdut bertema cinta? Jadi gak melulu harus Gedung Tua, Tiga Kursi atau bahkan Mandul yang mengalun dari bibir sang biduan. Akhir kata "maju terus musik Indonesia!".

Salam Dangdut is the music of my country.

Rabu, 15 Januari 2014

Ketawa Dulu

Kalo lagi ujan-ujan gini, emang paling enak mengenang masa lalu di temani secangkir kopi panas. Sedaaaap!

Belakangan, saya sering inget kejadian waktu zaman SD dulu yang bikin saya gak bisa berhenti ketawa. Zaman saya masih lugu dan polos kaya buku tulis. Haha.

Zaman itu, lagi naik daun banget yang namanya kuis Familly 100. Pasti tau dong gimana cara mainnya. Nah, sebagai anak-anak zaman SD yang selalu ceria, kami seperti merasa perlu untuk ikut bermain dan "mereka ulang permainan" #eaaa

Singkat cerita, saya pernah di ajak Familly 100 ala SD. Jadi waktu itu di jam istirahat, saya di tarik sama Farah, temen sekelas, untuk ikut main. Nah, kebetulan saya jadi orang giliran kedua yang menjawab. Anehnya setiap kali Farah melempar pertanyaan, saya gak bisa denger suara Farah. Padahal saya yakin banget kalo Farah sampe teriak-teriak waktu ngelempar pertanyaan.

Dengan semangat saya tetap menjawab pertanyaan walau tidak mendengar apa pertanyaannya. Entah kenapa semua jawaban yang keluar dari bibir saya adalah nama-nama penyanyi dangdut *tepok jidat

Jawaban pertama: Rhoma Irama.
Jawaban kedua: Meggy Z.
Jawaban ketiga: Mansyur S.

Farah dan teman-teman lain marah mendengar jawaban yang keluar dari bibir saya kala itu. Sampe saya diancam gak di keluarkan dari permainan. Saya makin bingung kenapa saya tetap gak bisa denger pertanyaannya. Lalu...

Teeett..

Bel tanda masuk kelas pun berbunyi. Dan akhirnya permainannya berhenti. Farah dan teman-teman lain lain langsung duduk di tempat mereka dengan wajah masih merengut. Penasaran, saya mengambil kertas pertanyaan yang tertinggal di meja saya. Dan saya jadi ketawa sendiri setelah membacanya. Mau tau gak apa pertanyaanya?

SEBUTKAN NAMA-NAMA ARTIS YANG MEMBINTANGI IKLAN SABUN MANDI LUX

Bhahaha. Piss ah

Selasa, 07 Januari 2014

Baso Iga



Hari Sabtu kemarin, sedang berniat jalan-jalan tanpa arah. Trus niatnya mau beli kebab untuk makan di perjalanan. Apa daya tukang kebabnya menghilang entah kemana.

Kemudian sebuah spanduk di lampu merah Depok membuat saya penasaran: Bakso Iga. Seperti apa rasanya?

Tanpa banyak pertimbangan saya pun masuk ke sebuah warung makan tenda ini dan memesannya. Dan saat saya mencicipi kuahnya, rasanya sungguh BIASA!. Laiknya kita memakan soto daging dengan tambahan beberapa butir bakso aja. Dan yang lebih mengagetkan adalah rasa baksonya sungguh HAMBAR. Sungguh mengecewakan.

Dengan harga semangkuk bakso di patok pada angka Rp 17.000 saya tidak menyarankan kawana dan kawani mencoba menu ini. Walau daging iga nya sangat empuk dan kuah soto yang standar, namun menu ini bukan pilihan istimewa yang harus kawana dan kawani coba.

Selamat makan siang ;-)